TAKZIRAN: ANTARA GELAP DAN TERANG Oleh: Alif Nurlailinda Lestari “Farah, kok kamu ngelamun?”Suara mbak Lana memecah lamunanku. “Ayo, lanjutin. Masi h bayak tugas yang harus kamu selesaikan.” Pintanya. Dengan peluh bercucuran, aku kembali menjemur pakaian keluarga ndalem. Aku selalu merasa aneh dengan hari-hari yang aku jalani sekarang. Aku merasa diawasi oleh tatapan yang seakan-akan ingin menerkamku. *** Kar e na kesalahan yang aku lakukan, setiap hari aku harus menjalani takziran yang berat selama tiga bulan . Tapi aku berusaha kuat, tabah, dan berkhusn u dzon ke...